Cara Membuka Akaun Simpanan BSN

Langkah-langkah membuka akaun simpanan BSN

Langkah 1 - Bawa ic dan RM50 ke cawangan BSN terdekat

Langkah 2 - Simpan wang melalui ATM atau BSN Online. Untuk daftar myBSN Online boleh baca: Cara Daftar myBSN Online Banking dan Login Akaun myBSN

Langkah 3 - Sentiasa semak penyata BSN anda









 

Niat puasa harian dan juga sebulan


Pada tahun 2023, umat Islam di seluruh dunia akan memulakan ibadah puasa pada 23 Mac, yang bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadhan menurut kalendar Hijrah 1444. Ramadhan adalah bulan suci dalam agama Islam, di mana umat Islam di seluruh dunia berpuasa selama sebulan penuh.


Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah mencapai usia dewasa dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Selama bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum dan aktiviti lainnya dari waktu fajar hingga matahari terbenam.


Puasa Ramadhan adalah suatu amalan yang sangat mulia dalam agama Islam, di mana umat Islam di seluruh dunia mengikuti tradisi ini sebagai bentuk pengabdian dan ketaatan kepada Allah SWT. Selain itu, puasa juga dianggap sebagai cara untuk membersihkan diri dari dosa dan keburukan serta memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.

Lafaz Niat Puasa

Lafaz Niat Puasa Harian di Bulan Ramadhan

Jika niat puasa harian, kena lakukan niat setiap malam sepanjang Ramadhan.

Bahasa Rumi: Nawaitu Souma Ghadin ‘An Ada-‘i, Fardhi Syahri Ramadhana Hazihis Sanati Lil’lahi Ta’ala

Maksudnya: Sahaja aku puasa esok hari pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Ta’ala


Lafaz Niat Puasa Sebulan di Bulan Ramadhan

Niat puasa sebulan ini pula dilakukan sekali sahaja iaitu pada malam pertama Ramadan.

Bahasa Rumi: Nawaitu Souma Syahri Ramadhana Kul’lihi Lil’lahi Ta’ala

Maksudnya: Sahaja aku berpuasa keseluruhan pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Ta’ala

Pada waktu berbuka puasa, umat Islam beribadah dengan melakukan solat Maghrib, diikuti dengan mengambil hidangan berbuka seperti kurma, air zam-zam, dan makanan lain yang disediakan. Kemudian, mereka melaksanakan solat Tarawih yang dilakukan secara berjemaah di masjid atau surau.


Pada malam Lailatul Qadar, yang jatuh pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam menghabiskan malam dengan beribadah dan berdoa kepada Allah SWT. Malam Lailatul Qadar dianggap sebagai malam yang penuh berkah dan keberkatan, di mana setiap amalan yang dilakukan pada malam ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.


Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan sunat seperti membaca Al-Quran, memberikan sedekah, memperbanyak zikir, serta melakukan amalan-amalan lain yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Setelah sebulan berpuasa, umat Islam merayakan Hari Raya Aidilfitri sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas berakhirnya bulan Ramadhan. Hari raya ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memaafkan dan bermaafan antara sesama manusia, serta mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan.


Dalam kesimpulannya, ibadah puasa pada bulan Ramadhan adalah salah satu amalan penting dalam agama Islam yang diwajibkan kepada setiap Muslim. Puasa Ramadhan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, namun juga merupakan amalan spiritual yang dapat membantu umat Islam membersihkan diri dari dosa dan keburukan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Surat Berhenti Kerja




Tujuan surat berhenti kerja adalah untuk memberitahu secara rasmi dan formal tentang keputusan untuk berhenti kerja dengan perusahaan atau organisasi tertentu. Ini biasanya digunakan untuk memenuhi tatacara sesuatu syarikat serta melancarkan proses berhenti kerja dan menjaga hubungan yang baik dengan orang atasan dan rakan kerja.


Berikut adalah contoh karangan surat berhenti kerja


Surat Berhenti Kerja


Alamat Anda

Nama Company

Alamat Company


Tarikh


Kepada HR/Ketua,

Jawatan

Nama Company


Dengan hormat,


Melalui surat ini saya ingin memberikan memberitahu bahawa saya akan berhenti kerja dengan syarikat pada [tarikh berhenti kerja]. Saya sangat menghargai waktu dan pengalaman yang saya dapatkan selama bekerja di syarikat ini.


Namun, setelah mempertimbangkan beberapa hal, saya memutuskan untuk mencari peluang baru yang sesuai dengan visi dan misi saya. Saya berharap bahawa keputusan ini tidak akan mempengaruhi hubungan baik yang telah terjalin antara saya dan syarikat.



1. Saya akan memastikan bahawa semua tugas dan tanggung jawab saya selesai dengan baik sebelum tarikh saya berhenti kerja.

2. Saya akan memastikan bahawa semua dokumen dan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan saya dikembalikan ke syarikat.

3. Saya akan bersedia untuk membantu dalam proses transisi jika diperlukan.


Terima kasih atas pengertian dan dukungan syarikat selama ini. Saya berharap kita dapat terus berkomunikasi dan bekerja sama dalam hal-hal yang positif di masa depan.


Sekian,


[Nama]




Ternyata Muslimah Bisa Lebih Cantik dengan 6 Ibadah Ini



Secantik apapun wanita yang sering perawatan salon, kalau tidak diimbangi dengan kebaikan hati atau kekuatan ibadah, lama-lama akan kelihatan seperti barbie yang tak bernyawa.

Jika ingin wajah kita lebih bersinar dan cantik jelita, jangan hanya sibuk ke salon dan merawat diri di rumah, imbangi dengan 6 ibadah yang bisa memancarkan cahaya kecantikan, berikut ini:

1. Senyum
“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan ‎gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib).‎

Setiap wanita akan tampak lebih cantik jika murah senyum, bahkan senyum bernilai ibadah karena bisa menyenangkan hati orang yang memandangnya.

2. Berwudhu
Membasuh anggota wudhu dengan air bersih selain bisa menyehatkan kulit juga menambah pancaran kecantikan. Apalagi jika bisa menjaga wudhu terus-meneru, bukannya dengan menahan hadats, namun selalu berwudhu kembali setiap kali sehabis buang air atau buang angin.

3. Menyapa Atau Menebar Salam
Salam adalah doa keselamatan bagi orang lain, maka ucapan salam yang kita beri pada saudara-saudara kita akan membuat malaikat mendoakan kebaikan yang sama untuk diri kita.

Bukan hanya pahala yang besar, seorang muslimah yang ramah gemar menyapa dan menebar salam akan tampak lebih cantik daripada yang pelit salam.

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang pemuda melewati Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, sedang dalam keadaan duduk disebuah Majelis. Maka Pemuda ini mengucapkan “Assalamu’alaikum”, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “bagi dia 10 kebaikan”. Lalu lewat Pemuda yang lain dan mengatakan : “Assalamu’alaikum wa rahmatullah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “Bagi dia 20 kebaikan” kemudian lewat lagi Pemuda yang lainnya mengatakan : “Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan :”Bagi dia 30 kebaikkan” (HR. IbnuHibban 493, Abu Daud 5195, Tirmidzi 2689 dan ini adalah lafadz Ibnu Hibban)

4. Berdzikir
Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Berdzikir bisa menentramkan hati, hati yang tenteram akan tercermin di wajah dan perilaku. Itu sebabnya memperbanyak dzikir bisa memperlihatkan aura cantik di diri seorang muslimah.

5. Puasa Sunah
Puasa wajib tentu saja harus dijalankan, namun di samping itu… seorang muslimah yang gemar melakukan puasa sunah juga akan tampak kecantikan lahir maupun batinnya.

Mengapa? Berpuasa akan membuat seseorang lihai mengendalikan hawa nafsunya, ia juga lebih sehat fisik karena menjauhkan diri dari makan minum selama setengah hari. Coba deh perbanyak puasa sunah dengan niat yang benar, in syaa Allah kecantikan makin memancar.

6. Shalat Malam
“Barangsiapa banyak mengerjakan shalat di malam hari, wajahnya akan berseri di pagi hari” (HR. Ibnu Majah)

Ingin lebih cantik lahir batin? Lakukan ibadah-ibadah tersebut dengan niat ikhlas lillaahi ta’ala ya…

6 Senjata Ampuh Untuk Perangi Setan



Setan adalah musuh orang-orang beriman karena mereka selalu membisikkan perbuatan maksiat agar manusia mengikutinya. Berbagai cara akan dilakukan olehnya untuk menjerumuskan manusia di dalam lembah dosa sehingga bisa menemani mereka di neraka.

Apabila kita akan berperang melawan musuh, maka kita harus mempersiapkan senjata untuk melawannya. Begitu juga saat melawan setan, maka kita harus mempunyai senjata agar mendapatkan kemenangan. Lantas, apa saja senjata yang harus dipersiapkan seorang muslim?

Berikut ini enam senjata ampuh untuk perangi setan:

1. Berhati-hatilah dan Waspada Setiap Saat
Sebelum kita mengeluarkan senjata untuk mengalahkan setan, kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana musuh kita, apa tujuannya, sarana ataupun cara-cara yang sering dilakukan untuk menyesatkan manusia. Maka dari situlah kita bisa tahu seberapa besar setan itu berbahaya bagi kita. Mulai dari situlah kita tahu senjata apa yang ampuh untuk mengalahkannya.

2. Berkumpul Dengan Orang-orang Muslim
Apabila kita berkumpul dengan orang-orang Muslim maka kita akan lebih sering melakukan hal-hal positf dan beramal baik. Dalam hal ini, kita akan saling mengingatkan satu sama lain agar tidak terjerumus dalam perbuatan dosa.

3. Menyerahkan Semua Hanya Pada Allah dan Berlindung Pada Perlindungan-Nya
Allah adalah Penguasa alam semesta ini. Allah yang telah mengatur segala peristiwa di alam semesta ini. Bahkan, tak ada satu helai daun pun yang jatuh tanpa izin-Nya. Oleh karena itu, hanya Allah yang bisa melindungi kita dari segala keburukan.

4. Komitmen Pada Al-Qur’an dan Hadits
Kedua kitab inilah yang seharusnya menjadi pegangan dalam setiap apa yang kita lakukan. Oleh karena itu, cara paling besar dalam melindungi diri dari setan adalah memegang teguh Al-Qur’an dan hadits. Sedangkan, setan akan semakin menyesatkan manusia dalam jalan kemaksiatan. Menjadikan Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman hidup akan membuat perbuatan dan perkataan kita selalu berada di jalan Allah. Barang siapa yang senantiasa beriman pada Allah, maka Allah akan melindunginya.

5. Menyibukkan Diri Dengan Berdzikir Pada Allah
Dzikir inilah yang dapat menjadi salah satu senjata ampuh untuk melawan setan. Dzikir adalah salah satu amalan yang mudah kita lakukan karena bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun. Ketika kita berdzikir pada Allah maka saat itulah kita mendekatkan diri pada Allah. Jika seorang hamba mendekat pada Allah, maka Allah akan lebih dekat padanya.

6. Selalu Bertaubat dan Meminta Ampun Pada Allah
Kita akan bisa meninggalkan tipu daya setan jika sering bertaubat dan menyandarkan diri pada Allah. Setiap manusia pastinya tidak akan terhindar dari dosa, baik itu besar ataupun kecil. Oleh karena itu, senantiasa bertaubatlah dan memohon ampun pada Allah sampai saatnya menghadap Allah dalam kematian.

Berdasarkan penjelasan bagaimana cara memerangi setan di atas, maka kita tahu apa yang harus dilakukan agar tidak mudah terjerumus dalam lembah dosa. Perlu kita tahu bahwa setan akan mengerahkan semua tenaganya untuk melakukan berbagai usaha agar manusia terjerumus dalam perbuatan dosa. Namun, kita juga harus lebih berusaha untuk menghalau godaan itu. Dekatkanlah diri pada Allah agar mendapatkan perlindungan dari-Nya. Niscaya, setan takut pada orang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kuat pada Allah.

Sumber: kumpulanmisteri.com

Inilah Daun yang Ditakuti Jin dan Bisa Mengubati Sihir



Tahukah bahwa ada daun yang merupakan ‘racun’ bagi bangsa jin? Daun ini in syaa Allah bisa digunakan untuk mengobati sihir dan gangguan jin, yakni daun bidara. Al Qur’an menyebutkan daun bidara di beberapa ayat:

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri…” (QS. al-Waqi’ah (56) : 27-29)

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara.” (QS. Saba :16)

Bagaimana cara menggunakan daun bidara untuk mengobati sihir atau gangguan jin?

Wahb bin Munabih, salah seorang pemuka tabi’in yang ahli dalam sejarah dan ilmu kedokteran menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar daun bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).

Al Qurtubi menceritakan dari Wahab untuk mengobati Sihir: “Diambil 7 helai daun bidara ditumbuk halus lalu dicampurkan air dan dibacakan Ayat Kursi dan diberi minum pada orang yang terkena sihir tiga kali teguk dan air di ember (yang telah dibacakan ayat-ayat dan juga dicampur bidara) dipakai untuk mandi, In syaa Allah akan hilang sihirnya.” “Dan diutamakan membaca Al Falaq, An Naas, juga ditambah Ayat Kursi karena ayat-ayat itu dapat mengusir Syaitan.”

(Tafsir Ibn Katsir Jilid Satu Terjemahan Singkat Halaman 171)

Selain untuk mengobati sihir dan gangguan jin, daun bidara juga bisa dipergunakan untuk orang yang baru masuk Islam (muallaf), wanita haid yang bersuci, dan juga untuk memandikan jenazah:

1. Mandi Dengan Air yang Dicampur Daun Bidara Untuk Mualaf
“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Mandi Dengan Air yang Dicampur Daun Bidara Untuk Wanita Haid yang Akan Bersuci
‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)

3. Memandikan Jenazah
“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

Sumber: ummi-online.com

Kenapa Setelah Berkahwin Isteri Dilihat Cantik Kalah Berbanding Wanita Lain? Ini Penjelasan Nabi



Seorang suami mengadukan apa yang ia rasakan kepada seorang Syekh. Dia berkata:

“Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.
Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.
Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.
Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.”

Syekh berkata:  ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ!؟

“Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah daripada yang engkau alami saat ini!?”

Laki-laki penanya: “Iya, mau.”

Syekh: “Sekalipun engkau mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini, pasti anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada wanita manapun.”

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”

Syekh itu melanjutkan: ليس الأمر في عرسك ، وإنما هو في قلبك الطامع وبصرك الزائغ ، ولا يملأ عين ابن آدم الا التراب

“Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu, tapi terletak pada hati rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”

Rasulullah bersabda:

لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.

Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”

“Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.

Syekh: فاغضض ﺑﺼﺮﻙ ، فإن من ارتضى بحلاله رزق الكمال فيه
“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.

Bacalah 3 Doa Ini Ketika Sujud Terakhir Dalam Solat, Manfaatnya Luar Biasa



Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz (semoga Allah merahmatinya) berkata : Merupakan 3 doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud

1. Mintalah Diwafatkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah

اللهم إني أسألك حسن الخاتمة
Allahumma inni as’aluka husnal khotimah

Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah”

2. Mintalah Agar Kita Diberikan Kesempatan Taubat Sebelum Wafat

اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat”

3. Mintalah Agar Hati Kita Ditetapkan di Atas Agamanya

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika

Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU”

Kemudian saya sampaikan, jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik denganya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah.

Begini Cara Mengetes Apakah Didalam Tubuh Kita Ada Jin yang Mengganggu




Mungkin saja kita pernah alami perasaan ganjil dimana terkadang kita lihat seperti ada bayangan orang di tengah malam. Nada ganjil memanggil kita saat sedang sendiri.

Bunyi-bunyi aneh dan seumpamanya. Hal seperti itu mungkin saja berlangsung karena ada mahluk Allah yang lain di sekitar kita..

Tak dapat disangkal kalau di dunia ini kita hidup bercampur baur dengan mahluk Allah yang lain yg tidak dapat kita lihat yakni kelompok Jin. Kadang-kadang ia tinggal bersama di rumah kita, tidak jadi masalah bila ia tidak mengganggu kehidupan kita. Tetapi adakalanya ia berada di dalam tubuh kita, sudah pasti ini dapat menyebabkan masalah pada kehidupan kita.

Jin yang menetap di dalam tubuh seorang dapat menyebabkan masalah serius seperti rasa sakit di bagian badan yg tidak dapat dideteksi dengan cara medis. Sering punya mimpi jelek, mendengar bisikan bisikan yang menyuruh lakukan suatu hal. Kadang-kadang gampang emosi serta marah tak menentu, malas melaksanakan ibadah serta kerjakan shalat. Susah memperoleh jodoh, senantiasa bernasib sial serta lain sebagainya. Butuh sekali bagi kita untuk mendeteksi apakah ditubuh kita ada mahluk jin yang menumpang atau tidak.



Mari kita coba untuk mendeteksinya :

Langkah 1
Dengarkan rekaman RUKYAH SYARIAH yang pada video bawah ini sampai tamat (20 menit) memakai headphone dengan volume yang kuat. Ayat yang di baca pada rekaman ini yaitu surat Al Fatihah, Surat Al Baqarah ayat 1-5, serta surat Al baqarah ayat 102 yang diulang lagi.
<iframe width="545" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/ajRwozt_AzY" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Langkah 2
Pejamkan mata serta janganlah turut bacaan ayat-ayat ini baik dimulut atau dihati.

Langkah 3
Cermati sesudah usai… Bila anda batuk, berpeluh-peluh, merasa mual, jantung berdegup kencang, merasa berdebar-debar, ada benda bergerak-gerak dibawah kulit, sendawa, mengantuk, pening serta menguap, jadi bisa di pastikan ada jin yang berdiam ditubuh anda.

Cari ustadz atau tempat rukyah syariah yang bisa menolong bersihkan jin itu dari badan anda. Dapat pula anda kerjakan dengan rukyah mandiri, dengan tingkatkan keimanan serta ketakwaan anda pada Allah. Pada intinya Jin tidak mampu berdiam di dalam badan orang yang beriman serta bertawakkal seperti dijelaskan dalam surat An Nahl ayat 100.

Untuk Rukyah mandiri anda dapat juga memutar ayat ayat yang dipakai untuk mendeteksi jin tertulis diatas dengan cara berulang lagi. Mengerti serta resapi arti ayat itu. Anda dapat dengarkan nada rekaman ayat itu sembari lihat terjemahannya sebagai berikut berikut ini. Hayati arti ayat itu sampai anda rasakan kontak dengan Allah penguasa alam semesta. Rasakan getaran ilahi dari ayat yang anda dengar, sampai iman serta kepercayaan anda jadi tambah mantap. Insya Allah jin yang bersarang ditubuh anda bakal keluar dengan sendirinya.

Sumber: media-masa.com

Rupa-rupanya Pohon Gharqad yang ditanam untuk bersembunyi dari Tentera Mahdi di hari Kiamat yang teruk Membakar Israel



Kebakaran besar melanda Israel sekarang ini adalah berpunca dari kebakaran besar pohon gharqad. Pohon tersebut yang ditanam secara besar-besaran lebih dari 240juta pohon melalui sebuah badan khusus Jewish National Fund (www.jnf. Org). Puak Zionis sama ada yang berada di Israel, Eropah dan Amerika amat meyakini bahawa era millenium ketiga ini merupakan ambang akhir zaman.

Segala usaha yang mereka lakukan adalah sebagai persediaan untuk menyambut kedatangan Messiah yang memimpin mereka dari Kuil Solomon untuk menakluk dunia. Penyelamat yang mereka sangka itu adalah Dajjal bagi umat Islam, yang akhirnya akan ditewaskan oleh Nabi Isa a.s. Kerana itulah disamping keyakinan mereka akan turunnya penyelamat yang mengalahkan umat manusia dan khususnya umat Islam, mereka juga mempercayai tentang hadis Rasulullah saw tentang pohon gharqad yang dapat melindungi mereka dalam pertempuran dengan umat Islam.

Seperti dinyatakan oleh bekas Mufti Besar Mesir, Sheikh Ali Gomaa ketika diwawancara , dengan wartawan CBC TV, Robert Spencer melapurkan bahawa Mufti tersebut mengatakan “Israel” giat menanam pohon Gharqad untuk bersembunyi dari Muslim. Dalam wawancara yang Boleh didapati di internet sejak 23 Desember 2014 lalu. Mufti Ali Gomaa memetik tentang berbicaranya batu dan pohon, kecuali pohon Gharqad.


Meskipun demikian, dia menegaskan kepada Muslim untuk tidak mulakan serangan. “Kitalah yang sedang diserang. Nabi Muhammad benar ketika menubuatkan kejadian ini, bahwa puak Zionis akan menjajah tanah kita, membunuh anak-anak kita, mencabul kehormatan perempuan-perempuan kita, dan mencuri wang kita,” katanya. Mufti tersebut melanjutkan, “Suatu hari mukjizat ini akan terjadi, ketika bangsa Palestina dan semua Muslim akan memerangi Yahudi, sampai batu dan pohon berbicara, kecuali pohon Gharqad. Begitulah kata hadits. Di Mesir, kita telah mengubahnya menjadi Ghardaqa. Sebuah kota dinamai Ghardaqa setelah pohon Gharqad ditanam di sana. Mereka mencoba mengubah penyebutannya, tapi sama saja.

Mufti Ali Gomaa mengatakan, sejumlah orang mempertanyakan kesahihan hadits tersebut. “Hadits itu seratus persen shahih dan akan terjadi. Lihatlah sekarang bagaimana orang-orang Yahudi menanam pohon Gharqad di seluruh Tepi Barat. Mereka tahu bahawa pohon itulah yang akan melindungi mereka saat mereka bersembunyi di belakangnya. Mereka mempercayai teks-teks suci ini, ketika sejumlah Muslim meragukannya. Tapi, kebanyakan Muslim mempercayainya,” katanya.

Pohon Gharqad dalam hadits tersebut memang bukan sekadar sebuah kiasan. Dia adalah bahagian dari takdir akhir zaman yang pasti berlaku. Ini juga menunjukkan apabila zaman dimana berlakunya pertempuran antara kaum Muslimin dan Yahudi nanti terdapat banyaknya pohon gharqad. Sudah tentu pohon ini belum lagi terdapat ketika zaman Rasulullah saw menceritakan keadaan ini, bahkan petempuran itu sendiri belum terjadi. Maka zaman inilah saat berlakunya peristiwa tersebut dan kebakaran pohon qharqa secara besar-besaran adalah hikmah yang perlu direnungi umat Islam.

Kejadian kebakaran besar ini juga menunjukkan pohon Gharqad ini hanya menjadi perlindungan sementara sahaja kepada Yahudi. Apabila tiba saat ajal mereka, pohon ini tidak lagi dapat dijadikan mereka sebagai perlindungan bahkan ia menjadi punca kejatuhan mereka.

Perlu Tahu Tentang Petua Redakan Anak Demam



Demam adalah penyakit biasa yang akan menyerang semua orang termasuk bayi dan kanak-kanak. Biasanya serangan demam akan menyebabkan suhu badan si kecil meningkat dan panas, tidak bermaya dan tidak aktif seperti biasa. Ia amat merisaukan ibu bapa terutama yang perlu meninggalkan anak di bawah jagaan pengasuh.
Bahkan bayi dan anak-anak kecil yang demam akan kerap merengek kerana tidak selesa dengan keadaan suhu badan yang panas. Berikut adalah petua tradisional menurunkan suhu badan yang panas.

  1. Ambil beberapa helai daun bunga raya dan ramas sehingga hancur. Kemudian sapukan di kepala dan ubun-ubun bayi atau anak kecil. Ulang beberapa kali sehingga demam anak berkurangan.
  2. Beri anak kecil minum air kelapa muda dua kali sehari. In shaa Allah, panas badannya akan turun.
  3. Tumbuk beberapa biji bawang merah dan ambil air perahannya. Sapukan pada badan anak yang demam.
  4. Ambil sebuku asam jawa, ramas dengan sedikit air. Sapukan pada ubun-ubun dan seluruh kepal. Biarkan air asam jawa itu kering dengan sendir. Lakukan berulang kali sehingga suhu panas berkurangan.
  5. Ambil beberapa helai daun sirih dan sebiji buah pinang. Tumbuk kesemua bahan sehingga hancur lumat dan campurkan dengan sedikit air suam. Sapukan pada kepala anak. Lakukan tiga kali sehari sehingga demam anak reda.
  6. Ambil sebuku ubi kayu, kupas kulitnya dan cuci bersih. Kemudian parut ubi kayu tersebut dan parutan itu ditempekkan ke dahi bayi atau anak kecil yang demam. Bila parut sudah kering, gantikan dengan yang baharu sehingga suhu turun ke paras biasa.

Isteri Itu Pendamping Hidup, Bukan Pembantu Rumah Tangga



“Ibu masak apa? Aku bantu ya...?”

“Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Ayah” sahutnya.

“Alhamdulillah.. mantap pasti.. Eh Bu.. calon isteriku kelihatan tak bisa masak…”

“Iya terus kenapa..? ” Sahut Ibu.

“Bukan apa Bu.. cuma cerita saja, biar Ibu tidak kecewa, hehehe”

“Apa kamu pikir yang memasak, membersihkan, menyapu, mengemas rumah serta lain lain itu kewajipan wanita? ”

Saya memandang Ibu dengan tidak faham.

Lantas beliau meneruskan, “Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajipan Lelaki. Kewajipan kamu kelak bila telah beristeri.” katanya.

“Bukankah Ibu setiap hari mengerjakannya?”

Saya masih tetap tidak mengerti juga.

“Kewajiban Isteri adalah patuh serta mencari ridho Suami.” kata Ibu.

“Karena Ayahmu mungkin tak dapat mengurus rumah, jadi Ibu bantu mengatur semuanya.



Bukan atas nama kewajiban, namun juga sebagai bentuk cinta serta wujud Isteri yang mencari ridho dari Suaminya”

Saya semakin bingung Bu.

“Baik, anandaku sayang. Ini pengetahuan untuk kamu yang ingin menikah.”

Beliau sambil memandang mataku.

“Menurutmu, pengertian nafkah itu apa? Bukankah Lelaki harus memberi nafkah kepada Isteri?” Tanya Ibu.

“Iya sudah pasti Bu.. ”

“Baju yang bersih itu nafkah. Hingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan itu nafkah. Jadi bila masih tetap berbentuk beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum dapat dimakan. Hingga memasak adalah keharusan Suami. Lantas mempersiapkan tempat tinggal adalah kewajiban Suami. Hingga kebersihan rumah itu kewajiban Suami.”

Mataku membelalak mendengar kata-kata Ibuku ini.

“Waaaaah.. sampai begitu bu..? Lalu bila itu semua kewajiban Suami. Mengapa Ibu terus lakukan itu semuanya tanpa meminta dari Ayah?”

“Sudah pasti untuk mencari ridho.”

MasyaAllah....

"Anda Belum Jadi Ibu Seutuhnya Jika Melahirkan Anak Melalui Operasi," Pernah Berpikir Bagaimana Perasaan Ibu Itu?



Salah satu hal yang menyakitkan untuk didengar oleh seorang ibu adalah bahwa melahirkan dengan c-section, belum benar-benar merasakan menjadi ibu seutuhnya.

Apakah yang mengatakan hal tersebut pernah merasakan tonjolan di kulit perutnya, yang akan membekas seumur hidup? Bentuknya memang manis, seperti senyum. Tapi rasanya takkan pernah terasa manis tanpa pedih, seperti yang banyak orang bilang. Vaginal birth, atau biasa disebut melahirkan normal, memang melewati sakitnya pembukaan satu hingga lengkap. Kemudian si bayi lahir dan voila, sakit hilang.

Lalu pernahkah terbayang seorang perempuan yang juga mengalami pembukaan, mulas, pedih, kesakitan, namun bayi tak kunjung turun ke panggul? Tim dokter lalu memutuskan untuk melakukan tindakan operasi, dan bayi akhirnya lahir. Seiring dengan bius yang habis, luka yang berlapis-lapis itu mulai terasa. Dan semakin terasa, bahkan tak jarang hingga semalaman, seorang ibu tak bisa juga memejamkan mata.

Luka tersebut masih harus terus dijaga hingga dua tahun lamanya. Dan kadang, saat kondisi badan menurun, lelah dan pegal-pegal, luka c-section itu akan mulai bertingkah. Ia akan berdenyut, dan menyisakan rasa perih.

Melahirkan tetaplah melahirkan. Berhentilah menghakimi orang lain berdasarkan cara mereka melahirkan bayinya. Sakit atau tidak sakit, ia juga mengandung dan sama-sama seorang ibu. Berhentilah berdebat mengenai hal-hal yang tak selalu bisa diprediksi, seperti cara melahirkan. Setiap ibu pasti ingin mengalami proses melahirkan yang normal dan sealami mungkin. Tapi, tidak semua mendapatkan kesempatan yang sama. Menghakimi hal-hal semacam ini hanya akan menyisakan duka.

Nah, jika Anda termasuk yang melahirkan secara caesar dan pernah dipandang miring karena hal tersebut, jangan berkecil hati karena yang terpenting adalah masa depan si anak. Ibu yang baik adalah yang akan membimbing anak-anaknya, menjaga mereka dan berusaha mengupayakan segala yang terbaik bagi buah hatinya.

Seorang anak takkan memedulikan apakah ibunya melahirkan ia dengan cara normal atau diangkat dengan paksa. Anak tidak akan mengingat hal-hal seperti itu. Yang dibutuhkan mereka adalah sosok ibu yang penuh kasih. Ibu yang kuat dan selalu hadir dalam saat-saat tersulit dalam kehidupan mereka.

Anak membutuhkan ibu yang mampu membimbing anak-anaknya menghadapi kerasnya dunia, menjadi tawa pelipur laranya, dan menjadi selimut saat lelapnya. Jadilah ibu yang bahagia, karena hal itu akan membuat satu keluarga anda bahagia. Hal ini akan terus menciptakan sebuah lingkungan yang penuh cinta.dikutip dari keluargasaya.com

Al-Qur'an Sangat Melarang Keras Merebut Suami atau Istri Orang, Ini Akibatnya!!



Teks Hadîts

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (( مَنْ خَبَّبَ عَبْدًا عَلَى أَهْلِهِ فَلَيْسَ مِنَّا، وَمَنْ أَفْسَدَ اِمْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا )) [حديث صحيح رواه أحمد والبزار وابن حبان والنسائي في الكبرى والبيهقي]

Takhrîj Hadîts

Hadîts ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad [juz 2, hal. 397], Al-Bazzâr [lihat Mawârid al-Zham’ân juz 1, hal. 320], Ibn Hibbân dalam shahîh [juz 12, hal. 370], Al-Nasâ-î dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 5, hal. 385], dan Al-Baihaqî dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 8, hal. 13], juga dalam Syu’abu al-Îmân [juz 4, hal. 366, juz 7, hal. 496].

Syekh Nâshir al-Dîn al-Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts shahîh [Silsilah al-Ahâdîts al-Shahîhah hadîts no. 325].

Kandungan Hadîts
Secara garis besar hadîts ini berisi kecaman keras terhadap dua perbuatan, yaitu:

1. Mengganggu seorang pelayan, atau pembantu atau budak yang telah bekerja pada seorang tuan, sehingga hubungan di antara pelayan dan tuannya menjadi rusak, lalu sang pelayan pergi meninggalkan tuannya, atau tuannya memecat dan mengusir sang pelayannya.

2. Mengganggu seorang wanita yang berstatus istri bagi seorang lelaki, sehingga hubungan di antara suami istri itu menjadi rusak, lalu sang istri itu meminta cerai dari suaminya, atau sang suami menceraikan istrinya.

Bentuk-Bentuk Gangguan dan Tindakan Merusak

Ada beragam bentuk dan cara seseorang merusak hubungan diantara suami istri, di antaranya adalah:

1. Berdoa dan memohon kepada Allâh –subhânahu wa ta’âlâ- agar hubungan seorang wanita dengan suaminya menjadi rusak dan terjadi perceraian di antara keduanya.

2. Bersikap baik, bertutur kata manis dan melakukan berbagai macam tindakan yang secara lahiriah baik, akan tetapi, menyimpan maksud merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya (atau sebaliknya). Perlu kita ketahui terkadang sihir itu berupa tutur kata yang memiliki kemampuan “menghipnotis” lawan bicaranya. Rasulullâh –shallallâhu ‘alahi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari sebuah penjelasan atau tutur kata itu adalah benar-benar sihir”. (H.R. Bukhârî dalam al-Adab al-Mufrad, Abû Dâwud dan Ibn Mâjah. Syekh Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts hasan [silsilah al-ahâdîts al-shahîhah, hadîts no. 1731]).

3. Memasukkan bisikan, kosa kata yang bersifat menipu dan memicu, serta memprovokasi seorang wanita agar berpisah dari suaminya (atau sebaliknya), dengan iming-iming akan dinikahi olehnya atau oleh orang lain, atau dengan iming-iming lainnya. Perbuatan seperti ini adalah perbuatan tukang sihir dan perbuatan syetan (Q.S. Al-Baqarah: 102). Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas air, lalu menyebar anak buahnya ke berbagai penjuru, yang paling dekat dengan sang Iblis adalah yang kemampuan fitnahnya paling hebat di antara mereka, salah seorang dari anak buah itu datang kepadanya dan melapor bahwa dirinya telah berbuat begini dan begitu, maka sang Iblis berkata: ‘kamu belum berbuat sesuatu’, lalu seorang anak buah lainnya datang dan melapor bahwa dia telah berbuat begini dan begitu sehingga mampu memisahkan antara seorang suami dari istrinya, maka sang Iblis menjadikan sang anak buah ini sebagai orang yang dekat dengannya, dan Iblis berkata: ‘tindakanmu sangat bagus sekali’, lalu mendekapnya”. (H.R. Muslim [5032]).

4. Meminta, atau menekan secara terus terang agar seseorang wanita meminta cerai dari suaminya atau agar seorang suami menceraikan istrinya dengan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at. Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).

Bentuk-bentuk seperti ini sangat tercela, dan termasuk dosa besar jika dilakukan oleh seseorang kepada seorang wanita yang menjadi istri orang lain, atau kepada seorang lelaki yang menjadi suami orang lain.

Dan hal ini semakin tercela lagi jika dilakukan oleh seseorang yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus seorang wanita yang suaminya sedang pergi atau sakit dan semacamnya. Sama halnya jika dilakukan oleh seorang wanita yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus keluarga seorang lelaki yang istrinya sedang pergi atau sakit dan semacamnya.

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Keharaman wanita (istri yang ditinggal pergi oleh) orang-orang yang berjihad bagi orang-orang yang tidak pergi berjihad (yang mengurus keluarga mujahid) adalah seperti keharaman ibu-ibu mereka, dan tidak ada seorang lelaki pun dari orang-orang yang tidak pergi berjihad yang mengurus keluarga orang-orang yang pergi berjihad, lalu berkhianat kepada orang-orang yang pergi berjihad, kecuali sang pengkhianat ini akan dihentikan (dan tidak diizinkan menuju surga) pada hari kiamat, sehingga yang dikhianati mengambil kebaikan yang berkhianat sesuka dan semaunya”. (H.R. Muslim [3515]).

Salah satu bentuk pengkhianatan yang dimaksud dalam hadîts Muslim ini adalah merusak hubungan keluarga sang mujahid, sehingga bercerai dari suaminya.

Bentuk

pengkhianatan yang lebih besar lagi adalah –na’ûdzu billâh min dzâlik- berzina dengan keluarga sang mujahid.

Termasuk dalam pengertian mujahid ini adalah seseorang yang mendapatkan tugas dakwah, atau menunaikan ibadah haji atau umrah, atau bepergian yang mubah, lalu menitipkan urusan keluarganya (istri dan anak-anaknya) kepada orang lain. Dalam hal ini, jika yang mendapatkan amanah berkhianat, maka, ia termasuk dalam ancaman hadîts Muslim ini.

Mirip-mirip dengan hal ini adalah jika ada seseorang yang karena kapasitasnya, mungkin karena ia adalah seorang tokoh, atau pimpinan sebuah organisasi atau kiai, atau ustadz, atau semacamnya yang diamanahi untuk mendamaikan hubungan orang lain yang sedang rusak atau terancam rusak, akan tetapi, ia malah mengkhianati amanah ini.

Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain

a. Hukum Ukhrawî

Para ulama’ bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram (lihat al-mausû’ah al-fiqhiyyah, pada bâb takhbîb), maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar.

Dalam kitabnya Al-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâir beliau menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 yaitu merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.

Alasannya, hadîts nabi –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – di atas menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).

b. Hukum Duniawî

Ada dua hukum duniawi terkait dengan hadits ini, yaitu:

1. Jika ada seorang lelaki yang merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang wanita itu meminta cerai dari suaminya, dan sang suami mengabulkannya, atau jika ada seorang lelaki merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang suami marah dan menceraikan istrinya, lalu sang lelaki yang merusak ini menikahi wanita tersebut, apakah pernikahannya sah?

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa pernikahan sang lelaki perusak dengan wanita korban tindakan perusakannya adalah sah. Alasannya adalah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit terhitung sebagai muharramât (wanita-wanita yang diharamkan baginya).

Namun, ulama’ Mâlikiyyah memiliki pendapat yang berbeda dengan Jumhur. Mereka berpendapat bahwa pernikahan yang terjadi antara seorang lelaki perusak dengan wanita yang pernah menjadi korban tindakan perusakannya harus dibatalkan, baik sebelum terjadi akan nikah di antara keduanya atau sudah terjadi. Alasan Mâlikiyyah dalam hal ini adalah:

i. Demi menerapkan hadîts yang menjadi kajian kita kali ini.

ii. Agar tidak menjadi preseden buruk bagi munculnya kasus-kasus lain yang serupa, demi menjaga keutuhan rumah tangga kaum muslimin.

iii. Hal ini terhitung dalam kategori kaidah fiqih: man ta’ajjala syai-an qabla awânihi ‘ûqiba bihirmânihi (siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum saatnya, maka ia dihukum dengan tidak diperkenankan mendapatkan sesuatu itu). Kaidah ini pada asalnya berlaku bagi seseorang yang melamar dengan kata-kata sharîh seorang wanita yang masih dalam masa iddah (tunggu) pasca kematian suaminya. (Q.S. Al-Baqarah: 235). Logikanya, jika melamar dengan kata-kata sharîh terhadap seorang wanita yang masih dalam masa iddah karena kematian suaminya saja tidak dibenarkan, padahal dalam hal ini tidak ada aspek perusakan yang berakibat terciptanya perceraian wanita itu dari suaminya (karena memang suaminya telah meninggal), maka, jika ada seseorang yang merusak seorang wanita yang masih bersuami, sehingga tercipta perceraian wanita itu dari suaminya, hukumnya tentunya lebih berat daripada yang dimaksud dalam kaidah fiqih ini. Untuk itulah, jika akan terjadi pernikahan antara sang lelaki perusak hubungan dengan wanita “korban” tindakan perusakannya, maka, hal ini harus dicegah, dan jika sudah kadung terjadi pernikahan di antara keduanya, maka, pernikahan itu harus dibatalkan.

Yang lebih menarik lagi dari pendapat Mâlikiyyah ini adalah: ada sebagian dari ulama’ Mâlikiyyah yang berpendapat bahwa wanita “korban” tindakan perusakan seorang lelaki, menjadi haram selamanya bagi sang lelaki perusak tersebut.

Perbedaan pendapat ini kami sebutkan di sini sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar tidak melakukan perbuatan seperti ini, walaupun, secara hukum fiqih, pendapat Jumhur lebih kuat, akan tetapi, pendapat Mâlikiyyah, perlu kita jadikan sebagai cambuk peringatan.

2. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan terlarang ini, adakah ia perlu mendapatkan hukuman di dunia?

Para ulama’ berpendapat bahwa perbuatan terlarang seperti ini, jika ada yang melakukan, maka hakim berwewenang menjatuhkan ta’zîr (hukuman yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa) dengan syarat tidak melebihi bobot 40 cambukan.

Di antara mereka ada yang berpendapat, hukumannya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan tobat atau meninggal dunia (sebagian penganut Mazhab Hanafî)

Di antara mereka ada yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, dipublikasikan perbuatannya, agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah (sebagian penganut madzhab Hanbalî).

Catatan Lain

Ada satu hal yang menarik untuk dicatat di sini, yaitu tentang sikap para ulama’ saat menyebutkan hadîts ini.

Sebagian mereka mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab “orang yang merusak hubungan suami istri”, tanpa embel-embel ancaman dalam kalimat babnya. Seperti yang dilakukan oleh Imam Al-Nasâ-î dan Al-Bazzâr.

Akan tetapi, ada sebagian dari mereka yang mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab yang mengandung kalimat ancaman, seperti: al-zajr (penjelasan untuk membuat jera), al-tasydîd (peringatan keras), sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Ibn Hibbân dan Imam Al-Baihaqî.

Yang menarik adalah ada sebagian ulama’ yang mengkategorikan hadîts ini ke dalam bab makar dan tipu daya, sebagaimana yang dilakukan oleh kitab kanz al-‘Ummâl.

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sangat tercela ini, amin.

Sumber: dakwatuna.com

8 Cara Jitu Dalam Menjemput Jodoh, Ribuan Orang Sukses Dapat Jodoh Dengan Cara ini !



8 Cara Mendapatkan Jodoh Shaleh/Shalehah Semoga yang belum dapat jodoh, disegerakan mendapatkannya. Dalam sebuah ikatan suci, jalinan pernikahan abadi hingga ke surga nanti. Aamiin

1. Benahi Hari & Luruskan Niat

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Jika niat kita benar, maka Insya Allah kita pun akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita niatkan. Jika kita berniat mencari jodoh karena lillahi ta’ala, semata hanya karena Allah, maka Allah pun akan mentaqdirkan kita bertemu dengan seseorang yang memiliki niat yang sama.

2. Perbaiki diri sendiri

Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, shaleh/shalehah, maka kita harus menjadi orang yang baik juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. An-Nur: 26).

3. Memperbanyak ibadah sunnah
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat.

Ibadah wajib HARUS tentu jangan sampe kelewat. Juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan doa kita semakin dikabulkan Allah SWT

4. Memperluas pergaulan

Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Tentunya harus di lingkungan yang baik jika jodoh kita ingin baik.

white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"> Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.

5. Memiliki kriteria yang tidak muluk

Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman.

Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri.

6. Meminta bantuan orang lain

Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain.

Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.

7. Menyatakan hasrat secara langsung

Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang baik agamanya bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad SAW. Khadijah ra yang lebih dahulu menyatakan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya.

Itulah ketujuh cara yang dapat diupayakan oleh setiap muslim dan muslimah dalam mencari jodoh. Cara-cara tersebut merupakan cara yang baik karena sesuai dengan tuntunan Islam. Semoga kita semua mendapatkan jodoh terbaik yang dipertemukan karena sama-sama mencintai-Nya.

8. Jangan putus asa dalam berdoa

Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surat Al Furqon ayat 74 : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.

Bacalah Dua Ayat ini Tiap Malam, InsyaAllah Rezeki Mengalir Deras



Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada waktu malam, maka ia akan diberi kecukupan. Sebagian ulama ada yang mengatakan, ia dijauhkan dari gangguan setan.

Ada juga yang mengatakan, ia dijauhkan dari penyakit. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa dua ayat tersebut sudah mencukupi dari shalat malam. Benarkah?

Dua ayat tersebut,Allah Taala berfirman, (285) (286)
  “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Disebutkan dalam hadits dari Abu Masud Al-Badri radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)

Hadits di atas menunjukkan

tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Taala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat doa untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.

Al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Quran.

Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula doa kebaikan dunia dan akhirat. (Ikmal Al-Muallim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83).

Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam doa karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” (Ahkam Al-Quran Al-Karim, 2: 540-541).

Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah-Nya. 

Ini Doa yang Bisa Di Baca Istri Agar Suami Selalu Taat Dan Rajin Beribadah Kepada Allah SWT





Ibadah adalah hal utama yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap orang. Siapa saja yang meninggalkan ibadah karena mementingkan perkara lain, maka baginya jelas, kerugian yang tak terkira. Dengan kata lain, siapa yang taat dalam beribadah, maka ia termasuk orang yang benar dan hidup hatinya. Dan sebaliknya siapa yang enggan apalagi membangkang dari beribadah, maka baginya kerugian yang besar.


Manusia bisa menjadikan seluruh hidupnya sebagai ibadah tanpa harus meliburkan diri dan memutuskan segala kegiatan yang lain. Islam menganggap segala gerakan dan napas sebagai ibadah bila seseorang mempersembahkannya kepada Allah Swt, bahkan, urusan duniawi pun bisa menjadi lading pahala di akhirat, tergantung dari niatnya.

Jadi, suami yang saleh tidak menyia-nyiakan waktunya selama sehari (24jam) selain untuk lebih dekat

dengan Allah Swt. Dengan melakukan amal-amal kebaikan . mencuci baju, menyetrika, mengajar, menulis, membaca, berkata baik, memasak untuk keluarga, bahkan mencari nafkah dan seluruh aktivitas, menyayangi anak dan istri adalah ibadah, selama itu diniatkan karena Allah Swt.

Namun demikian, ada kalanya suami juga menemukan kemalasannya. Bilamana demikian, ia pun beristigfar, meminta ampun kepada Allah Swt. Dan sebagai istri yang baik, seharusnya ia juga ikut mendoakan supaya suaminya diberi keteguhan untuk selalu berada dalam ketaatan dan diberi kekuatan untuk beribadah kepada Allah Swt. Diantara doa yang bisa dibaca oleh istri adalah :
Allaahumma mushrrifal quluubi sharrif quluubanaa ‘alaa thaa’atika.

“Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu”

Doa ini sebagaimana termaktub dalam hadits Nabi Saw. Dari Abdullah bin Amru bin Ash, ia berkata  ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya hati semua manusia itu berada diantara dua jari dari sekian jari Allah yang Maha Pemurah seperti halnya satu hati, yang akan Dia palingkan menurut kehendak-Nya. “Setelah itu, Rasulullah Saw. Berdoa,”Allahumma mushorrifal quluub shrrif quluubanaa ‘alaa thaa’atika (Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu).” (HR. Muslim).

Manfaat Mencium Anak Dan Istri Sebelum Keluar Rumah Atau Pergi Bekerja



Ayah, Jangan Lupakan Kebiasaan ini Sebelum Berangkat Bekerja, Sebelum berangkat bekerja di pagi, biasakanlah cium anak dan istri anda.

dapatkan dari ayah tercinta. Cium kening mereka satu persatu dan ciumilah pipi kanan dan pipi kiri mereka dengan penuh kelembutan hati.

Berpamitan dengan cara berciuman adalah salah satu bentuk kasih sayang seorang ayah kepada anaknya dan seorang suami kepada istrinya.

Terkadang kita sering meremehkan hal kecil yang satu itu. Ciuman sering kita lupakan dalam keseharian kita. Kita terlampau pelit memberikan kecupan dikening  kepada buah hati kita. Padahal ciuman adalah salah satu sarana untuk menyampaikan rasa sayang kepada mereka. Dengan begitu akan ada kedamaian dihati mereka. Kecupan lembut dan mesra dari suami kepada istri atau dari seorang ayah kepada anak-anaknya sangat diperlukan.

Ketika berangkat di pagi hari, anak dan istrimu masih tertidur. Tentu ada cara lembut untuk membangunkan mereka. Ciumilah satu persatu mereka seraya berkata dengan penuh kelembutan, “ Ayah berangkat ya sayang “

Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan Terlunas



Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan Terlunasi

elah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan :

Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon.
A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
Artinya: “Ya Allah,

Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).

Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).

Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.

Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin [reportaseterkini.net]

"Kita Bukan Takut Bini..." - 'Ceramah' dari Encik Matt ini Mampu Ubah Persepsi Orang Ramai Terhadap Istilah Suami Takut Bini







"Kita Bukan Takut Bini..." - 'Ceramah' dari Encik Matt ini Mampu Ubah Persepsi Orang Ramai Terhadap Istilah Suami Takut Bini


Baca sini : "Kita Bukan Takut Bini..." - 'Ceramah' dari Encik Matt ini Mampu Ubah Persepsi Orang Ramai Terhadap Istilah Suami Takut Bini